Kerangka konsep leptin dan obesitas

Obesitas terjadi karena adanya kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Tujuan penelitian 1. Keadaan ini akan diikuti oleh peningkatan kelebihan ekskresi garam pressure natriuresis sehingga kembali kepada keadaan hemodinamik yang normal.

Berdasarkan hasil penelitian Yuflida diketahui bahwa besar uang jajan berhubungan dengan frekuensi jajan. Adapun masalah-masalah yang dihadapi remaja antara lain: Adapun saran tersebut, yaitu: Hipertensi yang persisten merupakan faktor risiko dari penyakit stroke, infark miokardium, gagal jantung, dan aneurisma.

Sinyal-sinyal tersebut bersifat anabolik meningkatkan rasa lapar serta menurunkan pengeluaran energi dan dapat pula bersifat katabolik anoreksia, meningkatkan pengeluaran energi dan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sinyal pendek dan sinyal panjang.

Beberapa teori menjelaskan resistensi leptin ini telah dikemukakan, diantaranya adalah karena adanya antibody terhadap leptin, peningkatan protein pengikat leptin sehingga leptin yang masuk ke otak berkurang, adanya kegagalan mekanisme transport pada tingkat reseptor untuk melewati sawar darah otak dan kegagalan mekanisme signal.

Penyakit endokrin: Laporan bulanan pkm Putri ayu kota jambi Tahun Karena itu sering dijumpai adanya diabetes melilitus pada obesitas.

Kerangka Teori Gizi

Kemampuan untuk menyaring informasi dari media massa juga hal penting yang harus di pahamkan kepada masyarakat agar mereka dapat memperoleh informasi yang benar dari media massa Michael j. Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan di Puskesmas Putri Ayu Jambi terhadap 10 orang Penderita Hipertensi, diperoleh data 7 dari 10 klien yang dijadikan sampel tidak patuh terhadap diet hipertensi responden mengatakan tidak bisa membatasi makanan yang terlalu banyak mengandung garam disebabkan karena klien merasa makanan hambar jika tidak diberi garam, dan responden masih mengkonsumsi daging dalam jumlah besar.

Penyebab spesifiknya diketahui, misalnya a. Dalam merumuskan kita harus dapat menjelaskannya sesuai dengan maksud kita memakainya.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL Kerangka Konsep Penelitian

Fast food tidak harus dihindari, tapi dibatasi. Gambar 1. Bagaimana pengukuran tingkat obesitas? Akibatnya aliran udara berkurang atau berhenti sehingga terjadi desaturasi oksigen dan penderita berkali-kali terbangun arousal.

Jika ukuran rangka semua orang sama berapapun berat badannya, pasti beberapa tulang akan kesulitan memenuhi tugasnya dan akan tidak menguntungkan jika rangka yang ada secara signifikan lebih berat dari kebutuhannya. Demikian pula sebaliknya bila kebutuhan energi lebih besar dari asupan energi, maka jaringan adiposa berkurang dan terjadi rangsangan pada orexigenic center di hipotalamus yang menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Pengaruh Konsumsi Energi dan Lemak terhadap Obesitas Obesitas disebabkan oleh konsumsi energi yang melebihi kebutuhan sehari- hari untuk memelihara dan memulihkan kesehatan, proses tumbuh kembang dan melakukan aktifitas jasmani, yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini mungkin disebabkan karena kemajuan pengertian tentang obesitas yang berkembang pada tahun-tahun terakhir ini dengan ditemukannya leptin. Penyebab ketidakseimbangan energi bisa karena beberapa faktor, termasuk melibatkan adalah kebiasaan hidup, faktor lingkungan dan genetik.

Mengurangi kalori saja tidak akan menghilangkan lemak bagian atas tubuh. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pokok permasalahannya adalah: Proses dalam pengaturan penyimpanan energi ini terjadi melalui sinyal-sinyal eferen yang berpusat di hipotalamus setelah mendapatkan sinyal aferen dari perifer jaringan adipose, usus dan jaringan otot.

Berat badan lebih dianggap sebagai faktor protektif bagi terjadinya proses pengeroposan tulang terutama pada wanita pascamenopause akibat dipertahankannya kadar estrogen selama masa menopause. Obesitas juga menyebabkan seseorang memiliki kecenderungan memiliki kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes, yang semuanya dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke.

Suatu kondisi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit lain dan dapat menurunkan kualitas hidup e. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Volume atau isi darah yang bersirkulasi Faktor utama dalam mengontrol tekanan arterial ialah output jantung dan tahanan perifer total.

1 Biology of Obesitas Kuliah

Kelainan emosi raut muka, hidung dan mulut relatif tampak kecil dengan dagu yang berbentuk ganda. Tingginya IDWG juga berkorelasi dengan semakin tinginya mortalitas. Pendidikan yang lebih tinggi akan cenderung meningkatkan pengetahuan walopun pengetahuan diluar bidang pendidikanya.

Saran Adanya penelitian lebih lanjut mengenai hubungan obesitas berpengaruh terhadap hipertensi menggunakan mekanisme yang lebih jelas sehingga dapat diketahui faktor-faktor penyebabnya. Pada tingkat ini penderita termasuk berisiko tinggi untuk menderita penyakit yang berhubungan dengan obesitas. Diakses pada tanggal 2 November jam Nutrisi penting tersebut dikelompokkan menjadi beberapa kelompok utama menurut senyawanya.

Fungsi utamanya adalah:Prevalensi obesitas dan asma meningkat secara paralel dalam masyarakat barat. Beberapa studi populasi manusia telah menunjukkan hubungan natara kelebihan berat badan dan kemungkinan membawa diagnosis asma.

Namun, hubungan yang tepat antara dua kondisi masih kontroversial. perbandingan tekanan darah antara anak obesitas dan anak tidak obesitas pada siswa sekolah dasar di surakarta skripsi untuk memenuhi persyaratan.

7 BAB II TINJAUAN KONSEP DAN TEORI A.

Hubungan antara Obesitas dengan Asma

Hipertensi 1. Pengertian Hipertensi Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari. ekspresi leptin dan tgf-beta 1 pada penderita endometriosis dan NORMAL) ” Terimakasih yang tak terhingga dan penghargaan yang sebesar-besarnya saya sampaikan.

Semakin tingginya tingkat konsumsi fast food dan ancaman bahaya kesehatan yang dapat di timbulkannya membuat peneliti ingin mengetahui prilaku pelajar tentang makanan cepat saji (Fast Food) terhadap pemicu terjadinya penyakit obesitas.

perbandingan fleksibilitas punggung bawah dengan metode sit and reach pada siswa obesitas dan non obesitas skripsi rezky amaliah usman c

Kerangka konsep leptin dan obesitas
Rated 3/5 based on 92 review